Vatican Paper mendukung Keuangan Islam

Islamic FinanceDalam tindakan konsiliasi oleh bagian dari agama-agama Barat terhadap Islam, surat kabar Osservatore Romano Vatikan telah menyuarakan persetujuannya terhadap keuangan Islam. Vatican Paper menulis bahwa bank harus melihat pada aturan-aturan keuangan Islam untuk mengembalikan kepercayaan antara klien mereka pada saat krisis ekonomi global.  “Prinsip-prinsip etis yang didasarkan keuangan Islam dapat membawa bank lebih dekat dengan klien mereka dan semangat sejatilah yang harusnya ada disetiap layanan keuangan,”  aku Osservatore Romano. “Bank Barat bisa menggunakan alat seperti obligasi syariah, yang dikenal sebagai sukuk, sebagai jaminan”. “Sukuk dapat digunakan untuk mendanai industri mobil atau Olympic Games berikutnya di London,” kata artikel.

Artikel Vatikan Paper hanyalah satu dari banyak artikel yang baru-baru ini muncul pada penerimaan oleh pemerintah Barat dan para bankir sistem keuangan Islam. Lebih dari pada penerimaan tersebut itu, mereka tampaknya akan menyambutnya, meskipun mereka pasti terpaksa juga untuk masuk dan tunduk pada kaidah-kaidah Islam.

Desember lalu, Senat Perancis melihat cara untuk menghilangkan hambatan hukum, khususnya pungutan, jasa keuangan Islam dan produk di Perancis dan potensi untuk listing perusahaan di Bursa Efek Paris. Senat sumber tersebut mengatakan bahwa area pasar keuangan ini bernilai 500-600 miliar dolar dan berpotensi tumbuh dengan rata-rata 11% setahun.

Menteri Keuangan Perancis Christine Lagarde telah mengumumkan niat untuk membuat Perancis, Paris menjadi “Ibukota keuangan Islam” dan mengumumkan beberapa bank-bank Islam akan membuka cabang di ibukota Prancis pada tahun 2009.

Pada 26 November 2008 silam telah diposting sebuah video pada banyak website  di Prancis yang menunjukkan bahwa Madame Lagarde mengumumkan dengan (menurut beberapa blogger) terlihat malu atas keputusan untuk memungkinkan pembiayaan Islam di Perancis. Apakah benar atau tidak, pergerakan ini adalah konstitusional yang ternyata bukan sekedar isu, semenjak negara-negara Eropa mengubah hukum mereka untuk mengakomodasi Islam.  Jika  hukum “suci” yang memisahkan Gereja dan Negara dapat dilanggar, hukum lain pun bisa. Pada Video tersebut, dengan audio yang sangat lembut, menunjukkan menteri berpakaian aneh, dan berjuang untuk menunjukkan wajah yang bahagia. Tidak ada cara untuk mengetahui jika ini hanyalah tipuan kamera saja, atau indikasi emosional negara nya. Sebuah artikel dari Le Parisien tanggal 27 November 2008 memberikan informasi berikut, selain fakta-fakta yang disajikan di atas:

A revolution in the banking world. After London, where the first Islamic bank opened its doors in September 2004, France could authorize banks respecting sharia law to open in 2009 (…) Hervé de Charette, president of the Franco-Arab Chamber of Commerce emphasizes that “importing Islamic banking into France would help the integration process”. The main obstacle: “Islamic banking arouses fear because it is associated, wrongly, with religious fundamentalism, even with the financing of terrorism,” deplores Elyès Jouini, professor of economics at the University of Paris. (…)

The world economic crisis has changed the ball game. From New York to Hong Kong, all the financial centers on the planet are grabbing the billions of dollars amassed by the oil-rich monarchies of the Gulf. To tap into this manna (…) is the stated goal of Christine Lagarde. “We are determined to make of Paris a great center for Islamic finance,” declared the Finance Minister as she inaugurated the second French forum on Islamic banking.

Sumber : Brussel Journal.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: